Archive for the 'linuxx' Category

Instalasi scp di centos

SCP (Secure Copy) adalah salah satu cara transfer file ato folder yg sudah dilengkapi dengan enkripsi pada passwordnya, salah satu beda dengan ftp (file transfer protocol),pada ftp passwordnya masih menggunakan text sehingga kita masih dapat mendeteksi menggunakan sniffer. Tapi dengan menggunakan scp keamanannya lebih terjaga.

Misalkan ada 2 mesin dng IP 192.200.200.1 dan 192.200.200.2
mesin 1 = 192.200.200.1
mesin 2 = 192.200.200.2
kita akan mencoba transfer file dari mesin 1 ke mesin 2 dengan menggunakan program scp. Dalam contoh dibawah ini file contoh.txt akan dikirim dari mesin 1 ke mesin 2.

1. Pada mesin 1 buat user dengan nama satu dan password satu
[root@domain1 ~]# adduser satu
[root@domain1 ~]# passwd satu
Changing password for user satu.
New UNIX password:
BAD PASSWORD: it is too short
Retype new UNIX password:
passwd: all authentication tokens updated successfully.

2. Pada mesin 2 buat user dengan nama dua dan password dua
[root@domain2 ~]# adduser dua
[root@domain2 ~]# passwd dua
Changing password for user dua.
New UNIX password:
BAD PASSWORD: it is too short
Retype new UNIX password:
passwd: all authentication tokens updated successfully.

3. Pada mesin 1 kita buat file dengan nama contoh.txt
[root@domain1 ~]# touch contoh.txt

4. Kita gunakan scp utk copy file contoh.txt
[root@domain1 ~]# scp contoh.txt dua@192.200.200.2:
The authenticity of host ‘192.200.200.2 (192.200.200.2)’ can’t be established.
RSA key fingerprint is 23:58:74:0a:96:29:21:e3:2c:0a:14:dd:16:65:af:a7.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
Warning: Permanently added ‘192.200.200.2’ (RSA) to the list of known hosts.
dua@192.200.200.2’s password:
contoh.txt                                    100%    0     0.0KB/s   00:00

5. Kita coba lihat pada mesin 2 apakah file contoh.txt sudah tecopy?
[root@domain2 ~]# ls /home/dua/
contoh.txt

ada

Bagaimana bila direktori yg ingin di copy?
tambahkan parameter -r, pada dasarnya sama perintahnya dengan cp pada perintah dasar linux.
lihat contoh di bawah ini
kita akan copy folder contoh ke mesin 2

6. Buat direktori dgn nama contoh
[root@domain1 ~]# mkdir contoh
[root@domain1 ~]# ls
contoh  contoh.txt

7. copy direktori contoh.
[root@domain1 ~]# scp -r contoh dua@192.200.200.2:
dua@192.200.200.2’s password:

masukkan password yg telah kita buat.
kita lihat hasilnya di mesin 2

folder

8. sekarang kita akan copy folder dari mesin dua ke mesin satu tetapi kita remote dari mesin satu
[root@domain1 ~]# scp -r dua@192.200.200.2:contoh tes
dua@192.200.200.2’s password:

9. inilah hasilnya.
[root@domain1 ~]# ls
contoh  contoh.txt  install.log  install.log.syslog  tes

folder2

Installasi Cacti di CentOS 5.2

Cacti adalah software gratis yang di desain sebagai pembuatan grafik network yg lengkap, dengan menggunakan kemampuan RRDTool sebagai penyimpan data dan pembuatan grafik. Fitur2 cacti yg lain adalah pengumpulan dengan cepat grafik yg advanced, perolehan mulitple data, pengelolaan user, cacti juga dapat memonitor trafik pada server. Untuk installasi ada bebrapa paket yg dibutuhkan diantaranya: php-snmp, rrdtool, et-snmp, net-snmp-utils, httpd, php, php-mysql, mysql, mysql-server. Langkah dibawah ini merupakan proses installasi di atas Centos 5.2.

1. Install RPMforge Repository
[root@localhost ~]# yum -y install yum-priorities

2. Edit file
[root@localhost ~]# Edit /etc/yum/pluginconf.d/priorities.conf
[main]
enabled=1

3. Download dan install RPMforge
[root@localhost ~]# wget http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/RPMS.dag/rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.i386.rpm
[root@localhost ~]# rpm –import http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt
[root@localhost ~]# rpm -K rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.*.rpm
[root@localhost ~]# rpm -i rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.*.rpm

4. Install paket2 pndukung.
[root@localhost ~]# yum install httpd php mysql php-mysql mysql-server php-snmp net-snmp net-snmp-utils rrdtool

5. Buat user dan rubah password cacti
[root@localhost ~]# groupadd cacti
[root@localhost ~]# useradd -g cacti cactiuser
[root@localhost ~]# passwd cactiuser
Changing password for user cactiuser.
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: all authentication tokens updated successfully.

6. Download paket cacti

[root@localhost ~]# wget http://www.cacti.net/downloads/cacti-0.8.7b.tar.gz

7. Tarball paket cacti
[root@localhost ~]# tar zxvf cacti-0.8.7b.tar.gz

8. Pindahkan ke folder /var/www/htm/
[root@localhost ~]# mv cacti-0.8.7b /var/www/html/
[root@localhost ~]# cd /var/www/html/
[root@localhost html]# mv cacti-0.8.7b cacti
[root@localhost html]# cd /cacti

9. Jalankan service mysql
[root@localhost cacti]# service mysqld start
Starting MySQL:                                            [  OK  ]

10. buat database cacti
[root@localhost cacti]# mysqladmin -u root password password
[root@localhost cacti]# mysqladmin -u root -p
Enter password:
mysql> create databases cacti;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

11. User cacti akan mengelola database cacti
mysql> GRANT ALL ON cacti.* TO cactiuser@localhost IDENTIFIED BY ‘cactipassword’;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

12. perintah dibawah ini utk mengimpor file cacti.sql ke database cacti.
[root@localhost cacti]# mysql -u root -p cacti < cacti.sql

13. Edit konfigurasi file include/config.php
[root@localhost cacti]# nano include/config.php
$database_type = “mysql”;
$database_default = “cacti”;
$database_hostname = “localhost”;
$database_username = “cactiuser”;
$database_password = “password”;
$database_port = “3306”;

Sesuaikan konfigurasi diatas dengan yg sebelumnya anda buat untuk menjalankan databes cacti.

14. Ubah kepemilikan user dari folder rra dan log
[root@localhost cacti]# chown -R cactiuser rra/ log/

15. Membuat crontab untuk cacti.
[root@localhost cacti]# crontab -e
*/5 * * * * cactiuser /usr/bin/php /var/www/html/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1

16. Restart service mysql.
[root@localhost cacti]# service mysqld restart

17. Kemudian install dari via web browser

dengan alamat http://ip_komputer/cacti/ akan muncul halaman instalasi seperti di bawah ini:
11
klik next untk melanjutkan installasi.

2

Pilih Next untuk melanjutkan lagi.

3

Pastikan semua found seperti gambar diatas.

4

Isikan user admin dan password admin utk bisa login.

5

Secara otomatis Cacti akan langsung meminta anda utk merubah password demi keamanan, Setelah login akan didapatkan tampilan seperti di bawah ini:

6

Selamat mencoba …

Instalasi dan konfigurasi Nagios di CentOS 5.2

Apakah nagios??
nagios adalah software gratis yg berguna utk monitoring service pada sever kita. Nagios akan mengawasi service2 mana saja yang bermasalah, nagios akan memberikan peringatan apabila service error atau service sudah kembali normal, pemberitahuan bisa melalui email maupun plugin pada mozilla web browser, nagios ini dijalankan dalam bentuk web, sehingga dapat berjalan di semua platform. Pada posting ini nagios akan diinstall di atas centos 5.2, untuk memulai instalasi pastikan paket gcc sudah terinstal

1. Tambahkan user nagios
[root@localhost ~]# useradd -s /bin/false -d /opt/nagios nagios
[root@localhost ~]# groupadd nagioup
[root@localhost ~]# usermod -G nagioup nagios
[root@localhost ~]# usermod -G nagioup apache

2. Download paket nagios di http://osdn.dl.sourceforge.net/sourceforge/nagios/nagios-3.0.3.tar.gz
[root@localhost ~]# mkdir /download
[root@localhost ~]# cd /downloads

3. Tarball paket nagios.
[root@localhost downloads]# tar xzvf nagios-3.0.1.tar.gz
[root@localhost downloads]# cd nagios-3.0.1

4. Install nagios
[root@localhost nagios-3.0.1]# ./configure –prefix=/optnagios –with-command-group=nagioup
[root@localhost nagios-3.0.1]# make all

5. Install library
[root@localhost nagios-3.0.1]# make install
[root@localhost nagios-3.0.1]# make install-init
[root@localhost nagios-3.0.1]# make install-config
[root@localhost nagios-3.0.1]# make install-commandmode

6. Edit file contact utk pemberitahuan lewat mail
[root@localhost nagios-3.0.1]# vi /opt/nagios/etc/objects/contacts.cfg
define contact{
contact_name    nagiosadmin                 ; Short name of user
use                    generic-contact             ; Inherit default values from generic-contact template (defined above)
alias                   Nagios Admin               ; Full name of user
email                  rhesamahendra@gmail.com     ; <<***** CHANGE THIS TO YOUR EMAIL ADDRESS ******
}
define contactgroup{
contactgroup_name    admins
alias                            Nagios Administrators
members                     nagiosadmin
}

7. Install nagios ke dalam file httpd
[root@localhost nagios-3.0.1]# make install-webconf

8. Setting password utk login nagios
[root@localhost nagios-3.0.1]# htpasswd -c /opt/nagios/etc/htpasswd.users nagiosadmin

Download Plugin di sini http://osdn.dl.sourceforge.net/sourceforge/nagiosplug/nagios-plugins-1.4.11.tar.gz

9. Setelah nagios terinstall dngan baik kemudian kita install plugin nagios
[root@localhost downloads]# tar xzvf nagios-plugins-1.4.11.tar.gz
[root@localhost downloads]# cd nagios-plugins-1.4.11

10. Install nagios plugin
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# ./configure –prefix=/opt/nagios -with-nagios-user=nagios-with-nagios-group=nagioup
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# make
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# make install

11. Tambahkan service utk booting di awal
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# chkconfig –add nagios
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# chkconfig nagios on

12. Untuk melihat konfigurasinya berjalan dengan baik ato tidak
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# /opt/nagios/bin/nagios -v /opt/nagios/etc/nagios.cfg

13. Jalankan service nagios
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# service nagios start

14. Rubah permission utk folder nagios
[root@localhost nagios-plugins-1.4.11]# chmod 755 /opt/nagios

Apabila sudah berhasil kita dapat mengakses nagios dngn alamat seperti ini http://localhost/nagios atau http://ip_number/nagios

akan didapatkan seperti gambar dibawah ini utk user nagiosadmin, dan password sperti yang telah kita setting sebelumnya.

1

Setelah berhasil masuk tampilannya seperti ini

home

Untuk melihat fasilitas2 nagios ada di sidebar kiri disitu terdapat smua kebutuhan admin utk mengetahui masalah2 yg terjadi pada servernya..

Selanjutnya kita akan coba menambahkan server yang lain utk di monitoring juga.

15. Copy file localhost utk setting server yg baru yg akan kita beri nama satu
[root@localhost ~]# cp /opt/nagios/etc/objects/localhost.cfg /opt/nagios/etc/objects/satu.cfg

16. Edit file satu.cfg
[root@localhost ~]# nano /opt/nagios/etc/objects/satu.cfg
# Define a host for the local machine

define host{
use                     linux-server            ; Name of host template to use
; This host definition will inherit all variables that are defined
; in (or inherited by) the linux-server host template definition.
host_name               satu
alias                   satu
address                 208.99.198.183
}

# Define a service to “ping” the local machine

define service{
use                             local-service         ; Name of service template to use
host_name                       satu
service_description             PING
check_command                   check_ping!100.0,20%!500.0,60%
}

define service{
use                             local-service         ; Name of service template to use
host_name                       satu
service_description             HTTP
check_command                   check_http
notifications_enabled           0
}

17. Tambahkan file satu.cfg ke dalam nagios.cfg
[root@localhost ~]# nano /opt/nagios/etc/nagios.cfg
# Definitions for monitoring the local (Linux) host
cfg_file=/opt/nagios/etc/objects/localhost.cfg
cfg_file=/opt/nagios/etc/objects/satu.cfg

18. Cek lagi konfigurasi berhasil ato tidak
[root@localhost ~]# /opt/nagios/bin/nagios –v /opt/nagios/etc/nagios.cfg

19 Jalankan service nagios
[root@localhost ~]# service nagios restart

service

Hasil akhir dapat kita lihat seperti di atas, disitu ada dua server yg pertama localhost dan satu lagi server satu yang baru kita tambahkan.

Instalasi proftpd di CentOS

Proftpd adalah salah satu aplikasi utk transfer file menggunakan ftp (file transfer protocol). Salah satu kegunaan proftpd adalah utk download maupun upload file ke dalam web server ato server. Sebelum instalasi pastikan paket gcc sudah terinstal, untuk instalasinya seperti di bawah ini:

1. Pastikan paket gcc sudah ada, ini berguna utk install paket proftpd.
[root@localhost ~]# rpm -qa gcc*
gcc-gnat-4.1.2-42.el5
gcc-c++-4.1.2-42.el5
gcc-objc-4.1.2-42.el5
gcc-java-4.1.2-42.el5
gcc-4.1.2-42.el5
gcc-gfortran-4.1.2-42.el5
gcc-objc++-4.1.2-42.el5

2. Download proftpd.
[root@localhost downloads]# wget ftp://ftp.proftpd.org/distrib/source/proftpd-1.3.2rc1.tar.gz

3. Extract proftpd yg sudah di download.
[root@localhost downloads]# tar zxvf proftpd-1.3.2rc1.tar.gz
[root@localhost downloads]# cd proftpd-1.3.2rc1.tar.gz

4. Install proftpd
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# ./configure
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# make
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# make install

5. Membuat user proftpd
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# useradd proftpd -s /dev/null

6. Membuat direktori utk ftp
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# mkdir /home/ftp

7. Edit beberapa baris utk setting proftpd.
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# nano /usr/local/etc/proftpd.conf
# This is a basic ProFTPD configuration file (rename it to
# ‘proftpd.conf’ for actual use.  It establishes a single server
# and a single anonymous login.  It assumes that you have a user/group
# “nobody” and “ftp” for normal operation and anon.

ServerName                      “ProFTPD centos”
ServerType                      standalone
DefaultServer                   on

# Port 21 is the standard FTP port.
Port                            21

# Don’t use IPv6 support by default.
# UseIPv6                               off

# Umask 022 is a good standard umask to prevent new dirs and files
# from being group and world writable.
Umask                           022

# To prevent DoS attacks, set the maximum number of child processes
# to 30.  If you need to allow more than 30 concurrent connections
# at once, simply increase this value.  Note that this ONLY works
# in standalone mode, in inetd mode you should use an inetd server
# that allows you to limit maximum number of processes per service
# (such as xinetd).
MaxInstances                    30

# Set the user and group under which the server will run.
User                            proftpd
Group                           proftpd

# To cause every FTP user to be “jailed” (chrooted) into their home
# directory, uncomment this line.
#DefaultRoot ~

# Normally, we want files to be overwriteable.
AllowOverwrite          on

# Bar use of SITE CHMOD by default
<Limit SITE_CHMOD>
DenyAll
</Limit>
# A basic anonymous configuration, no upload directories.  If you do not
# want anonymous users, simply delete this entire <Anonymous> section.
<Anonymous /home/ftp>
User                          ftp
Group                         ftp

# We want clients to be able to login with “anonymous” as well as “ftp”
UserAlias                     anonymous ftp

# Limit the maximum number of anonymous logins
MaxClients                    10

# We want ‘welcome.msg’ displayed at login, and ‘.message’ displayed
# in each newly chdired directory.
DisplayLogin                  welcome.msg
DisplayChdir                  .message

# Limit WRITE everywhere in the anonymous chroot
<Limit WRITE>
DenyAll
</Limit>
</Anonymous>

8.  Jalankan service proftpd.
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# /usr/local/sbin/proftpd

9. Apakah service sudah berjalan dapat menjalankan perintah ini:
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# ps aux | grep proftpd
proftpd   2188  0.0  0.4   2716  1096 ?        Ss   21:56   0:00 proftpd:
(accepting connections)

10. Setelah semua berhasil dengan baik kita akan coba login ke dalam ftp server menggunakan user=rhesa dgn password=rhesa dan user anonymous tanpa password.
User Rhesa
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# ftp localhost
Connected to localhost.localdomain.
220 ProFTPD 1.3.2rc1 Server (ProFTPD centos) [127.0.0.1]
500 AUTH not understood
500 AUTH not understood
KERBEROS_V4 rejected as an authentication type
Name (localhost:root): rhesa
331 Password required for rhesa
Password:
230 User rhesa logged in
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp> pwd
257 “/home/rhesa” is the current directory
ftp> ls
227 Entering Passive Mode (127,0,0,1,198,73).
150 Opening ASCII mode data connection for file list
drwxr-xr-x   2 rhesa    rhesa        4096 Oct 13 19:18 Desktop
drwxrwxr-x   7 rhesa    rhesa        4096 Oct 21 13:23 rpm
226 Transfer complete
ftp> quit
221 Goodbye.

User anonymous
[root@localhost proftpd-1.3.2rc1]# ftp localhost
Connected to localhost.localdomain.
220 ProFTPD 1.3.2rc1 Server (ProFTPD centos) [127.0.0.1]
500 AUTH not understood
500 AUTH not understood
KERBEROS_V4 rejected as an authentication type
Name (localhost:root): anonymous
331 Anonymous login ok, send your complete email address as your password
Password:
230 Anonymous access granted, restrictions apply
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp> pwd
257 “/” is the current directory
ftp> ls
227 Entering Passive Mode (127,0,0,1,210,74).
150 Opening ASCII mode data connection for file list
226 Transfer complete
ftp> quit
221 Goodbye.

Install Awstats di CentOS

Awstats adalah software gratis yang berguna untuk analisis log statistik dari server kita seperti web, ftp, mail, wap, proxy dan streaming server. Kemudian awstats ak menjalankan semua hasilnya dengan menggunakan via web menggunakan cgi.

1. Download awstats disini
[root@localhost tools]# wget http://prdownloads.sourceforge.net/awstats/awstats-6.8.tar.gz

2. Untuk instalasi pastikan kita memiliki perl, kalau belum dapat install perl
[root@localhost tools]# yum -y install perl

3. Extract awstats di dalam direktory apache
[root@localhost tools]# cd /var/www/html
[root@localhost tools]# tar zxvf awtstats-6.7.tar.gz
[root@localhost tools]# mv awstats-6.7 awstats

4. setelah di extract kita dapat install awstats seperti di bawah ini
[root@localhost tools]# mv awstats-6.7 awstats
[root@localhost tools]# ./awstats_configure.pl
—– AWStats awstats_configure 1.0 (build 1.8) (c) Laurent Destailleur —–
This tool will help you to configure AWStats to analyze statistics for
one web server. You can try to use it to let it do all that is possible
in AWStats setup, however following the step by step manual setup
documentation (docs/index.html) is often a better idea. Above all if:
– You are not an administrator user,
– You want to analyze downloaded log files without web server,
– You want to analyze mail or ftp log files instead of web log files,
– You need to analyze load balanced servers log files,
– You want to ‘understand’ all possible ways to use AWStats…
Read the AWStats documentation (docs/index.html).

—–> Running OS detected: Linux, BSD or Unix
Warning: AWStats standard directory on Linux OS is ‘/usr/local/awstats’.
If you want to use standard directory, you should first move all content
of AWStats distribution from current directory:
/var/www/html/awstats
to standard directory:
/usr/local/awstats
And then, run configure.pl from this location.
Do you want to continue setup from this NON standard directory [yN] ?
—–> Check for web server install

Enter full config file path of your Web server.
Example: /etc/httpd/httpd.conf
Example: /usr/local/apache2/conf/httpd.conf
Example: c:\Program files\apache group\apache\conf\httpd.conf
Config file path (’none’ to skip web server setup):
>/etc/httpd/conf/httpd.conf

—–> Check and complete web server config file ‘/etc/httpd/conf/httpd.conf’
Add ‘Alias /awstatsclasses “/var/www/html/awstats/wwwroot/classes/”‘
Add ‘Alias /awstatscss “/var/www/html/awstats/wwwroot/css/”‘
Add ‘Alias /awstatsicons “/var/www/html/awstats/wwwroot/icon/”‘
Add ‘ScriptAlias /awstats/ “/var/www/html/awstats/wwwroot/cgi-bin/”‘
Add ‘’ directive
AWStats directives added to Apache config file.

—–> Update model config file ‘/var/www/html/awstats/wwwroot/cgi-bin/awstats.model.conf’
File awstats.model.conf updated.

—–> Need to create a new config file ?
Do you want me to build a new AWStats config/profile
file (required if first install) [y/N] ?y

—–> Define config file name to create
What is the name of your web site or profile analysis ?
Example: http://www.mysite.com
Example: demo
Your web site, virtual server or profile name:
> test

—–> Define config file path
In which directory do you plan to store your config file(s) ?
Default: /etc/awstats
Directory path to store config file(s) (Enter for default):
>

—–> Create config file ‘/etc/awstats/awstats.test.conf’
Config file /etc/awstats/awstats.test.conf created.

—–> Restart Web server with ‘/sbin/service httpd restart’
Stopping httpd: [ OK ]
Starting httpd: [ OK ]

—–> Add update process inside a scheduler
Sorry, configure.pl does not support automatic add to cron yet.
You can do it manually by adding the following command to your cron:
/var/www/html/awstats/wwwroot/cgi-bin/awstats.pl -update -config=test
Or if you have several config files and prefer having only one command:
/var/www/html/awstats/tools/awstats_updateall.pl now
Press ENTER to continue…

A SIMPLE config file has been created: /etc/awstats/awstats.test.conf
You should have a look inside to check and change manually main parameters.
You can then manually update your statistics for ‘test’ with command:
> perl awstats.pl -update -config=test
You can also read your statistics for ‘test’ with URL:
> http://localhost/awstats/awstats.pl?config=test

Press ENTER to finish…

5. Pastikan baris-baris di bawah ini ada di dalam file httpd.conf

Alias /awstatsclasses “/var/www/html/awstats/wwwroot/classes/”
Alias /awstatscss “/var/www/html/awstats/wwwroot/css/”
Alias /awstatsicons “/var/www/html/awstats/wwwroot/icon/”
ScriptAlias /awstats/ “/var/www/html/awstats/wwwroot/cgi-bin/”

#
# This is to permit URL access to scripts/files in AWStats directory.
#

Options None
AllowOverride None
Order allow,deny
Allow from all

6. Edit file /etc/awstats/awstats.test.conf
[root@localhost tools]# nano /etc/awstats/awstats.test.conf

edit baris ini :

LogFile=”/var/log/httpd/mylog.log”
menjadi
LogFile=”/var/log/httpd/access_log”

DirData=”/usr/local/awstats/”
menjadi
DirData=”/var/www/html/awstats/wwwroot/cgi-bin”

FileLog=”/var/log/httpd/mylog.log/”
menjadi
FileLog=”/var/log/httpd/access_log/”

SiteDomain=”mydomain.com”
menjadi
SiteDomain=”192.200.200.1″

7. Buat file log, yg nantinya berguna utk analisa bila terjadi masalah

[root@localhost tools]# touch /var/log/httpd/test.log

8. Setelah itu update database awstats dengan perintah di bawah ini

[root@localhost tools]# /var/www/html/awstats/wwwroot/cgi-bin/awstats.pl -update -config=test
Create/Update database for config “/etc/awstats/awstats.test.conf” by AWStats version 6.8 (build 1.910)
From data in log file “/var/log/httpd/access_log”…
Phase 1 : First bypass old records, searching new record…
Searching new records from beginning of log file…
Jumped lines in file: 0
Parsed lines in file: 0
Found 0 dropped records,
Found 0 corrupted records,
Found 0 old records,
Found 0 new qualified records.

9. Untuk dapat melihatnya kita bisa lihat di url ini:
http://192.200.200.1/awstats/awstats.pl?config=test

Instalasi dan membuat VPS menggunakan OpenVZ

Apa itu openvz?
open vz merupakan software gratis yg berguna untuk membangun virtual private server pada server yg sudah ada. openvz juga dapat membuat beberapa VPS di dalam satu mesin atau satu server. VPS ini berjalan seperti server lengkap dengan root akses dan kita dapat belajar menjalankan sebuah server dengan VPS, VPS dapat melakukan re-boot tersendiri, memiliki root akses, IP addersses, memory, file, aplikasi, system libraries dan file konfigurasi yg terpisah dengan VPS yg lainnya.

1. Tambahkan repository openvz

[root@localhost ~]# cd /etc/yum.repos.d
[root@localhost ~]# wget http://download.openvz.org/openvz.repo

2. Tambahkan openvz key

[root@localhost ~]# rpm –import  http://download.openvz.org/RPM-GPG-Key-OpenVZ

3. Instalasi openvz kernel

[root@localhost ~]# yum install ovzkernel.i686

4. Edit file /etc/grub.conf

[root@localhost ~]# nano /etc/grub.conf

ubah default menjadi 0

5. edit file /etc/sysctl.conf

[root@localhost ~]# nano /etc/sysctl.conf

edit beberapa baris ini

net.ipv4.ip_forward = 1
net.ipv4.conf.default.proxy_arp = 0
net.ipv4.conf.all.rp_filter = 1
kernel.sysrq = 1
net.ipv4.conf.default.send_redirects = 1
net.ipv4.conf.all.send_redirects = 0

5. Reboot komputer anda.

6. Kemudian install vzctl dan vzquota

[root@localhost ~]# yum install vzctl vzquota

7. Setelah itu jalankan service

[root@localhost ~]# service vz start

8. Pastikan service berjalan

[root@localhost ~]# chkconfig –list vz

untuk menjalankan vps kita masih harus download template os yg nantinya akan dipakai sebagai os vps kita
dapat di download disini
dan letakkan di dalam direktori /vz/template/cache
contoh :

[root@localhost ~]# wget http://download.openvz.org/template/precreated/centos-4-i386-minimal.tar.gz

Untuk download template centos 4.

kemudian selain template os ada lagi yaitu config, untuk config dapat menambahkan file dibawah ini

9. Tambahkan file dibawah ini

[root@localhost ~]# nano /etc/vz/conf/ve-vps.1024MB.conf-sample
ONBOOT=”yes”

# UBC parameters (in form of barrier:limit)
# Primary parameters vpslink => 512 MB

# Memory Resource Limits
KMEMSIZE=”29581586:31138512″
LOCKEDPAGES=”1024:1024″
OOMGUARPAGES=”104857:2147483647″
PHYSPAGES=”0:2147483647″
PRIVVMPAGES=”237764:237764″
SHMPAGES=”102400:102400″
VMGUARPAGES=”237764:2147483647″

# Buffer Resource Limits
DCACHESIZE=”8053063:8053063″
DGRAMRCVBUF=”1342177:2684354″
OTHERSOCKBUF=”2684354:5368709″
TCPRCVBUF=”2684354:5368709″
TCPSNDBUF=”2684354:5368709″

# Process and File Limits
AVNUMPROC=”1024:1024″
NUMFILE=”26384:26384″
NUMFLOCK=”2048:2048″
NUMIPTENT=”1536:1536″
NUMOTHERSOCK=”1024:1024″
NUMPROC=”640:640″
NUMPTY=”64:64″
NUMSIGINFO=”1024:1024″
NUMTCPSOCK=”1024:1024″

# Disk Resource Limits
DISKINODES=”4560000:4800000″
DISKSPACE=”39845888:41943040″

# Quota Resource Limits
QUOTATIME=”0″
QUOTAUGIDLIMIT=”3000″
DEVICES=”c:10:200:rw ”

kalau ingin menggunakan config yang 512 MB

root@localhost ~]# nano /etc/vz/conf/ve-vps.512MB.conf-sample
ONBOOT=”yes”

# UBC parameters (in form of barrier:limit)
# Primary parameters vpslink => 512 MB

# Memory Resource Limits
KMEMSIZE=”29581586:31138512″
LOCKEDPAGES=”1024:1024″
OOMGUARPAGES=”104857:2147483647″
PHYSPAGES=”0:2147483647″
PRIVVMPAGES=”118882:118882″
SHMPAGES=”51200:51200″
VMGUARPAGES=”118882:2147483647″

# Buffer Resource Limits
DCACHESIZE=”8053063:8053063″
DGRAMRCVBUF=”1342177:2684354″
OTHERSOCKBUF=”2684354:5368709″
TCPRCVBUF=”2684354:5368709″
TCPSNDBUF=”2684354:5368709″

# Process and File Limits
AVNUMPROC=”512:512″
NUMFILE=”16384:16384″
NUMFLOCK=”1024:1024″
NUMIPTENT=”1536:1536″
NUMOTHERSOCK=”1024:1024″
NUMPROC=”640:640″
NUMPTY=”64:64″
NUMSIGINFO=”1024:1024″
NUMTCPSOCK=”1024:1024″

# Disk Resource Limits
DISKINODES=”2280000:2400000″
DISKSPACE=”19922944:20971520″

# Quota Resource Limits
QUOTATIME=”0″
QUOTAUGIDLIMIT=”3000″
DEVICES=”c:10:200:rw ”

setelah semua sudah file diatas berguna agar kita dapat menggunakan 1024MB maupun 512MB.

10. Kita akan coba membuat VPS

[root@localhost conf]# vzctl create 22 –ostemplate centos-4-i386-minimal –config vps.1024MB –ipadd 192.168.0.1 –hostname rhesa.localhost

11. Setting Name Server, username dan password seperti dibawah ini:

[root@localhost conf]# vzctl set 22 –nameserver 192.200.200.1 –userpasswd root:1234 –save

12. untuk melihat apakah VPS dengan VEID 22 running dapat menggunakan perintah:

[root@localhost conf]# vzlist
VEID      NPROC STATUS  IP_ADDR         HOSTNAME
22          3 running 192.168.0.1     rhesa.localhost

kita dapat menggunakan vps tersebut pada mesin kita menggunakan perintah dibawah ini:

[root@localhost conf]# vzctl enter 22
entered into VE 22
[root@rhesa /]#

Kalau kita ingin login ke dari mesin lain dapat menggunakan ssh atau telnet..

selamat mencoba..

Konfigurasi Virtual Host Apache di CentOS

Apa itu Virtual Host?

Virtual host berguna untuk pengaturan website atau URL dalam satu mesin atau satu IP, contoh kita punya dua domain yaitu domainsatu.com dan domaindua.com tetapi kita hanya punya satu mesin dengan IP 192.200.200.1 kemudian kita ingin semua domain tadi mempunyai website yg berbeda-beda. Dengan konfigurasi pada virtual host kita dapat menyelesaikan masalah ini.

1. check package apache

[root@rhesanu ~]# rpm -qa http*
httpd-2.0.52-41.ent.centos4
httpd-suexec-2.0.52-41.ent.centos4
httpd-manual-2.0.52-41.ent.centos4
httpd-devel-2.0.52-41.ent.centos4

2. Buat direktori untuk pengaturan domain
[root@localhost html]# mkdir -p /var/www/html/domainsatu.com/public_html/
[root@localhost html]# mkdir -p /var/www/html/domaindua.com/public_html/

pastikan direktori tersebut berada di document root.

3. Edit file /etc/httpd/conf/httpd.conf

[root@localhost html]# /etc/httpd/conf/httpd.conf
edit baris ini
NameVirtualHost 192.200.200.1:80

kemudian tambahkan baris ini
<VirtualHost 192.200.200.1:80>
ServerAdmin webmaster@domainsatu.com
DocumentRoot /var/www/html/domainsatu.com/public_html
ServerName domainsatu.com
ErrorLog /var/log/httpd/domainsatu.com-error_log
CustomLog /var/log/httpd/domainsatu.com-access_log common
</VirtualHost>

<VirtualHost 192.200.200.1:80>
ServerAdmin webmaster@domaindua.com
DocumentRoot /var/www/html/domaindua.com/public_html
ServerName domaindua.com
ErrorLog /var/log/httpd/domaindua.com-error_log
CustomLog /var/log/httpd/domaindua.com-access_log common
</VirtualHost>

4. Untuk melihat hasilnya kita dapat menambahkan file php pada domainsatu dan domaindua
[root@localhost ~]# nano /var/www/html/domainsatu.com/public_html/index.php
<?php
echo “this is domainsatu.com”;
?>

[root@localhost ~]# nano /var/www/html/domaindua.com/public_html/index.php
<?php
echo “this is domaindua.com”;
?>

5. Kemudian restart apache
[root@localhost ~]# service httpd restart
Stopping httpd:                                            [  OK  ]
Starting httpd:                                            [  OK  ]

setelah itu coba browsing domainsatu.com dan domaindua.com, seperti gambar di bawah ini

tetapi pada saat kita menambahkan url dengan http://www.domainsatu.com dan http://www.domaindua.com ada masalah, http://www.domaindua.com berisi domainsatu.com.
lihat gambar dibawah ini:

Perhatikan pada alamat url dan isi url ada kesalahan pada http://www.domain satu.com berisi this is domainsatu.com pada domain ini benar tetapi perhatikan pada http://www.domaindua.com kenapa berisi isi dari domainsatu.com???

6. untuk masalah diatas tambahkan server alias pada file /etc/httpd/conf/httpd.conf.
[root@localhost ~]# /etc/httpd/conf/httpd.conf
tambahkan baris di bawah ini
ServerAlias http://www.domaindua.com

lihat gambar dibawah ini:


setelah itu lihat hasilnya:

Selamat mencoba…

if you want used english you can click here


Follow me

August 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Status

Kirim Pesan YM