Archive for February, 2012

Bagai telur di ujung tanduk

Judul diatas terbesit dari pandanganku ketika menatap sebuah kalender mungil di meja kerja kami, terlihat slogan tersebut, dan disampingnya ada nama brand salah satu perusahaan cargo besar, yang gedungnya ditumpangi oleh perusahaan tempat ak bekerja saat ini, pukul 08.20 ketika tulisan ini dan pada bait ini dibuat, pikiranku menuju sebuah waktu dimana ak mengalami perjalanan yang hampir putus asa, di ujung tingkat ke-asaan itu tiba2 jawaban dari semuanya itu datang dan membuat kami kembali ceria, senang dan tak henti2nya berterima kasih atas smua jawaban atas doa yang selalu dibaca setiap waktu, begitu pula seperti slogan diatas ketika sudah hampir jatuh karena habis asa itu maka bantuan Allah akan datang dan membuat semua lebih indah, untuk mendapatkan waktu paling tepat dan indah tersebut diperlukan sebuah proses untuk kita lebih mengerti seperti apa berharap, bersyukur dan selalu berdoa, proses tersebutlah yang akan membuat kita semakin tangguh kuat dan selalu sabar dalam menghadapi smua masalah, sebenernya tulisan ini gk bersifat menggurui tp kebetulan saja aku pernah mengalami bahkan hampir setiap masalah yang terjadi Allah tidak pernah memberikan hasil yang langsung jadi, indah dan tepat, tapi ak mesti berusaha mencari jalan keluar begitu lama dan sangat rumit, hingga akhirnya keluarlah satu kondisi dimana ak mesti berhenti dengan ketidakpuasaan hingga akhirnya datanglah bantuan Allah utk menghindari ak merasakan posisi putus asa, bahkan sampe sekarang ak selalu merasakan kualitas keberadaan-NYA setiap ak sedang di dalam posisi dengan harapan yang besar, dan ak berusaha untuk menggapainya, hasil dari kerja kerasku itu tidak mudah di dapatkan, dan sesuai pesan yang mama sampaikan selalu padaku, “kemudahan itu mematikan kreatifitas lhee…” .

Advertisements

siang dan malam

Tidak terasa 27 tahun sudah umurku, kurang beberapa bulan lagi umur ku bakal bertambah menjadi 28, ak sudah punya istri dan akan menjadi seorang ayah, kehidupanku menjadi luar biasa dan pastinya harus bertambah menjadi luar biasa dalam apapun itu, walaupun kadang masalah yang datang silih berganti akan membuatku makin kuat dan tangguh dibantu dengan istriku kita hadapi semua bersama. Kehidupan yang semakin aneh ini kadang membuat pandanganku dan perjalanan ini sedikit terusik oleh sebuah kesenjangan, keadaan seseorang yang tidak sama membuat kata itu muncul di antara sisi lain perjalanan hidup ini, si miskin dan si kaya, si bodoh dan si pintar, si pelit dan si royal, sampai apapun perbedaan itu selalu menjadi gelitikan yang sudah menjamur hampir di setiap orang, siapa yang lebih punya banyak uang bakal lebih banyak orang yang mendekati dibanding dengan dengan si miskin yang tidak punya uang banyak yang sedang berusaha menjadi si kaya, atau mungkin si pintar akan lebih di hargai dari pada si bodoh yang sedang belajar menjadi pintar, seolah semua perbedaan ini sangat di tentukan oleh kualitas pamrih, semakin ada pamrih akan semakin di dekati, semakin bisa membuat orang itu pintar akan membuat dia mendekati si pintar, semakin orang ingin hidup lebih dia akan mencoba mendekati si kaya, entah knp pikiran itu bisa muncul tapi mungkin juga ada yang tidak sependapat denganku, setelah perbedaan2 itu muncul timbulah sebuah perlakuan seperti meremehkan orang yang lebih miskin, lebih bodoh atau lebih pelit, hingga kadang kualitas meremehkan itu begitu rendah tanpa lagi memandang keadaan dirinya sendiri dengan segenap kualitas yang dia punya, hahaha… alangkah miris orang orang yang di kesampingkan itu hanya bisa terdiam dan menahan irisan yang tercuil oleh bibir pedang orang lain, dan begitu indahnya ketika bibir pedang itu mampu menghunus hati seseorang, hingga dia bisa begitu bangga dengan segala yang dia punya walaupun sebenarnya itu semua cuman titipan, yang mesti dikelola dengan baik, tapi ya mungkin memang sepertinya keadaan2 diatas tersebut memang manusiawi membuat orang2 tersebut mempunyai sifat tersebut semoga saja tulisan ini bisa buat pembelajaran bagi ku sendiri khusunya.

Kelabu

Suasana kantor hari ini begitu gelap, semua suasana kantor masih terasa berkaca-kaca, dan semangat kantor juga sedikit berkurang, ada salah satu teman kantor yang telah meninggal dunia pada umur 22 tahun kalau gk salah, namanya Jenita Sari, kebetulan juga baru 2 kali ak bertemu beliau dan ak pun belum sempat berkenalan, beliau memang begitu pendiam dalam penilaianku selama 2 kali pertemuan kami itu, setelah itu beliau memang sempat tidak pernah masuk dan akhirnya dipanggil oleh Allah, untuk mbak Jenita semoga Allah selalu memberikan tempat yang terindah untukmu, amin..

Tidak terasa kejadian di kantor ini membawa hampir seluruh pikiranku mengenang masa dimana seluruh keluarga kami tidak bisa menghentikan air mata yang begitu deras, menguatkan tulang kaki untuk bisa berdiri, dan berhari hari kami dibuat hampir selalu menangisi semua yang telah kami lalui pada saat mamah mesti dipanggil oleh Allah SWT, bayangan dan pikiran kami selalu dipenuhi oleh wajah mama yang seolah masih tetap melakukan kebiasaannya dengan baik, bahkan pada saat ak pulang ke rumah mama masih terasa sedang tiduran di kamarnya, sambil kadang dia bilang, “lhe minum ndang ngelak loh” walaupun untuk sakit yang di derita mamah minum air itu sangat dilarang, dan kami selalu membatasi utk minum air, karena dalam 5 hari mamah hanya boleh minum air sebanyak 2 gelas, mamah sudah 3,5 tahun menjalani cuci darah, karena penyakit gagal ginjal hipertensi nya, dan selama waktu itu pula mama mengajarkan kami semua seperti apa yang namanya sabar dan iklas dengan smua keputusan Allah, bagaimana tidak mamah wajib cuci darah 5 hari sekali, dan setiap 5 hari sekali itu mamah mesti berangkat ke Surabaya dari Pare (sekitar 3jam) karena tempat cuci darahnya ada di RS Darmo Surabaya, dan menghabiskan 5 jam untuk melakukan proses cuci darah, keadaan tersebut tidak bisa dijalani oleh orang yang biasa biasa saja, butuh orang2 hebat yang bisa sabar, iklas dan kuat untuk menjalani proses itu, walaupun akhirnya setelah 3.5 tahun proses perjuangan kami semua mesti berakhir mamah mesti pulang ke sisi-NYA, dan begitu banyak proses pembelajaran buat keluarga kami, buat papah, ak dan istriku hingga dekna dan dekga, semua begitu hebat dan kuat menghadapi masalah ini, sungguh ak yakin mamah begitu luar biasa untuk membentuk seluruh anak anak nya, pada bulan puasa mamah akhirnya mesti kami relakan dengan segenap kepingan kepingan yang belum sempat tersusun oleh penyakitnya, kepingan itu makin hancur lebur, dan hanya keiklasan kami yang dapat kami berikan ke mama untuk bekal kami tetap bertahan, setelah kepergian mama hanya doa dan bayangan bayangan indah yang selalu terkenang, tapi kami sangat bersyukur kedaan sakit sebelum mama pergi telah menghapus dosa mama, dan semoga Allah selalu memberikan tempat yang paling indah, dan untuk semua orang yang telah meninggal karena sakit percayalah bahwa Allah telah memberikan sakit sebagai penghapus dosa, amin ya rabbal alamin


Follow me

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Status

Kirim Pesan YM