sinetron percepat kematian bangsa

Percakapan ini dimulai ketika aku mulai bertanya sama papa.”pah . . kenapa c kok indonesia ga maju ya?” kata aku, “cuman satu untuk saat ini yg menyebabkan indonesia ga maju, TELEVISI” jawab papa. itu sedikit masukan dari papa mengenai televisi, setelah aku mulai kuliah ak mulai bertemu dengan teman2 kos yg ternyata punya pendapat yg sama mengenai televisi, dan banyak makian2 dari sekelas mahasiswa untuk menghina televisi, terutama sinetron dan gosip yg terlalu banyak menghiasi televisi, entah televisi tidak mempunyai ide lagi ato gmn, tp trnyata kehadiran sinetron maupun gosip bisa menghandle pola pikir masyarakat indonesia, penonoton terlalu lugu untuk belajar menyaring lebih dalam mengenai sinetron di indonesia, dan kadang mereka juga tidak terlalu ambil pusing untuk terlalu memikirkan efek yg dibawa oleh sinetron atau gosip. keadaan ini lebih mengerikan lagi ternyata karena ternyata efek ini juga mengarah kepada anak 2, fantastic, racun yg bergulir sangat cepat dan rata ini juga dengan cepat mempengaruhi anak2, kadang orang tua tidak begitu memikirkan efek buruk sinetron , karena beberapa alasan, pertama ortu sibuk, kedua ortu juga senang menonton sinetron, ketiga ortu tidak peduli dan lain – lain, ada satu atau dua negatif sinetron bagi ak, pertama sinetron mengambil waktu seseorang untuk slalu merasa kecanduan atau addict untuk tidak lepas dari sinetron, keadaan itu yg membuat waktu terbuang percuma hanya untuk duduk terdiam di depan sinetron, yg lebih buruk lagi terdiamnya seseorang di depan sinetron hanya untuk melihat tayangan yg buruk. isi yg dibawa dari sinetron pun tdk sangat tidak baik untuk dicerna dan dijadikan contoh, sinetron hanya memberikan gambaran yg berlebihan, dan terlalu hiperbola, sangat terlihat cerita na yg slalu menindas yg lemah, de el el, trnyata di kuwait sinetron disana juga banyak dicam oleh masyarakat ak kasih kutipan dari website kuwait mengenai larangan sinetron.

http://www.eramuslim.com

Otoritas Pengawasan di Departemen Komunikasi Kuwait memutuskan pencekalan atas sejumlah telenovela dan sinetron produksi Suriah dan Mesir. Otoritas setempat menilai telenovela dan sinetron itu sebagai karya drama yang memuat tayangan-tayangan yang merusak masyarakat dan agama, karena mengekspos hubungan laki-laki dan perempuan yang diharamkan (pacaran), budaya minuman keras dan konsumsi narkoba.

Di antara sinetron dan telenovela yang dicekal itu adalah, ‘Al-Amin wa Al-Mamun’ (Yang Jujur dan Yang Aman) yang dibintangi Rasyid Asyaf dan Norman Asad dan ‘Ghazlan fi Ghabah Adz-Dziab’ (Rusa di Hutan Srigala) yang dibintangi Khalid Taja dan Amal Arafah. Kedua sinetron itu merupakan produksi Suriah. Sementara produksi Mesir yang dicekal adalah, sinetron ‘Qarib wa Gharib’ (Yang dekat dan Yang Asing) dan ‘As-Safirah Azizah’ (Ibu Dubes Yang Terhormat).

Terkait Sinetron ‘Ghazlan fi Ghabah Adz-Dziab’, sejumlah kalangan menyebut sinteron itu mendapat sukes besar. Pasalnya, sinetron yang dibintangi aktor terkenal Suriah itu memberikan gambar utuh kerusakan-kerusakan yang terjadi di masyarakat Suriah. Digambarkan dalam sinetron itu kisah wanita penjual sayur yang dililit kemiskinan, yang kerapkali diperkosa.

Sementara Supervisor Acara Arab di Chanel 1 Kuwait Nahsir Sa’dan mengatakan, “Ada sebuah komisi khusus di Departemen yang menilai semua tayangan sebelum adanya pencekalan. Komisi itu berada di bawah manajemen pengawasan. Namun keputusan (pencekalan) ini hanya berlaku untuk media-media resmi saja. ”

Saat ditanya apakah pencekalan itu akibat adanya tekanan dari para aktifis Islam, As-Saidan menafikannya. “Tak ada tekanan dari aktifis Islam yang ada di Parlemen Kuwait, ” ujarnya sambil menjelaskan bahwa Kuwait punya standar-standar yang di antaranya mencekal semua hal yang merusak tradisi-tradisi, kebiasaan-kebiasaan dan agama.

As-Saidan mencontohkan bagaimana sinetron ‘Ghazlan fi Ghabah Adz-Dziab’ merusak tradisi dan agama Islam di Kuwait, di mana sinetron itu bercerita tentang narkoba, sinetron ‘Al-Amin wa Al-Mamun’ yang melulu berkisar tentang wanita simpanan, kehidupan malam dan minuman keras serta sinetron ‘Jawaz ala Waraqah Thalaq’ yang bercerita tentang hubungan pria dengan wanita sebelum pernikahan.

“Ini tak berlebihan. Kami punya standar-standar di mana kami harus sejalan dengan itu. Kami mencari produksi-produksi cerdas yang memberikan solusi bagi masalah-masalah keluarga, ” tukasnya.(ilyas/alrb)

0 Responses to “sinetron percepat kematian bangsa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow me

October 2007
M T W T F S S
    Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Status

Kirim Pesan YM