penantian ini…

Jemariku berhenti pada kolom Judul di blog ini, pikirinku berputar beberapa kali untuk mencari susunan kata2 yang tepat untuk mengisi kolom judul tersebut, hingga akhirnya ak lanjutkan terlebih dahulu menulis blog ini, suara dari kotak yang berisi gambar yang terus menerus bergerak yang biasa disebut tv itu tak henti2 nya bergerak bolak balik di telingaku, sambil  pikiranku melayang entah kemana, hari ini tepat 19 hari setelah kelahiran putra pertamaku dimana kami berdua mempunyai status baru sebagai seorang ayah dan ibu, luar biasa buat kami berdua perjalanan ini bisa sampe pada titik ini dan kesabaran kami bisa bertahan sampai akhirnya Allah benar2 mempercayakan putra yang sangat luar biasa istimewa buat kami sebuah perjalanan baru yang butuh kesabaran lebih tinggi dan kebijaksanaan yang mesti lebih ditingkatkan untuk mencapai tujuan dan cita2 yang kami impikan, 19 hari yang berlalu ini membuatku mengingat ke masa 27 tahun silam pada saat ak baru dilahirkan, ak tidak bisa membayangkan bagaimana ak bisa berubah sampai menjadi seperti ini, menjadi pria dewasa dengan bekal yang luar biasa, dan sekarang ak berharap semoga ak bisa menjadikan putra kami ini menjadi lebih baik dariku dengan sedikit mencontoh bagaimana orang tuaku membuatku menjadi seperti ini, di tulisan ini ak berharap Allah selalu memberikan berkah yang luar biasa kepada orang tuaku, dan Allah memberikan kami kekuatan dan kemudahan dalam menjadikan anak kami sebagai anak yang selalu bersujud kepada Allah dan berbakti kepada orang tua dan agamanya, amin amin amin…

sisa kelopak mata ini

Desir kipas ini begitu kuat menghantam sebagian rambut lebatku, tak terasa hanya kegelapan yang ada di luar jendela rumah ini, dan tanganku masih tetep kuat utk membantu pikiranku menuangkan sebagian isinya ke dalam buku berlayar kaca ini, sambil hatiku yang dalam mengontrol pikiranku sebelum di transfer ke sepuluh jariku, di sebagian hati terdalamku pun ada kebahagiaan yang tidak terbendung, bahkan begitu sulit buatku menunda untuk menceritakan kepada layar kaca dengan dudukan berbagai potongan huruf ini, dua tahun lebih empat bulan pernikahan kami, dan di bulan keempat dari dua tahun ini Allah telah menitipkan generasi penerus kami yang dititipkan di bagian tubuh istriku selama 9 bulan ini, dengan kado istimewa ini berarti Allah telah mempercayakan kami berdua untuk menjaga titipannya, dan ini sangat membuatku bahagia yang tak terkira, apalagi senyum lebar dengan diikuti hati yang bersorak terlihat jelas di wajah istriku yang sangat ak cintai, harapan panjang itu akhirnya dimulai dengan bahagia yang tak kunjung berakhir, walaupun kami masih tetap menanti kelahiran putra pertama kami, menjadi seorang bapak atau ibu merupakan perjalanan awal kami untuk menjadi orang yang lebih luar biasa, dengan cobaan yang akan datang dan proses proses yang terjadi yang akan membuat kami bisa lebih luar biasa, dan sedikit pesan ini semoga bisa sampe ke dinding perut istriku, hingga anakku kelak bisa mengetahui proses yang terjadi di balik penantian kelahirannya, “cepat keluar ya anakku, jadilah orang yang selalu beriman kepada-Nya dan berbakti kepada papa dan mama mu ini, serta yang tak kalah penting kamu bisa menjadi anak yang berguna buat orang banyak”…

Bagai telur di ujung tanduk

Judul diatas terbesit dari pandanganku ketika menatap sebuah kalender mungil di meja kerja kami, terlihat slogan tersebut, dan disampingnya ada nama brand salah satu perusahaan cargo besar, yang gedungnya ditumpangi oleh perusahaan tempat ak bekerja saat ini, pukul 08.20 ketika tulisan ini dan pada bait ini dibuat, pikiranku menuju sebuah waktu dimana ak mengalami perjalanan yang hampir putus asa, di ujung tingkat ke-asaan itu tiba2 jawaban dari semuanya itu datang dan membuat kami kembali ceria, senang dan tak henti2nya berterima kasih atas smua jawaban atas doa yang selalu dibaca setiap waktu, begitu pula seperti slogan diatas ketika sudah hampir jatuh karena habis asa itu maka bantuan Allah akan datang dan membuat semua lebih indah, untuk mendapatkan waktu paling tepat dan indah tersebut diperlukan sebuah proses untuk kita lebih mengerti seperti apa berharap, bersyukur dan selalu berdoa, proses tersebutlah yang akan membuat kita semakin tangguh kuat dan selalu sabar dalam menghadapi smua masalah, sebenernya tulisan ini gk bersifat menggurui tp kebetulan saja aku pernah mengalami bahkan hampir setiap masalah yang terjadi Allah tidak pernah memberikan hasil yang langsung jadi, indah dan tepat, tapi ak mesti berusaha mencari jalan keluar begitu lama dan sangat rumit, hingga akhirnya keluarlah satu kondisi dimana ak mesti berhenti dengan ketidakpuasaan hingga akhirnya datanglah bantuan Allah utk menghindari ak merasakan posisi putus asa, bahkan sampe sekarang ak selalu merasakan kualitas keberadaan-NYA setiap ak sedang di dalam posisi dengan harapan yang besar, dan ak berusaha untuk menggapainya, hasil dari kerja kerasku itu tidak mudah di dapatkan, dan sesuai pesan yang mama sampaikan selalu padaku, “kemudahan itu mematikan kreatifitas lhee…” .

siang dan malam

Tidak terasa 27 tahun sudah umurku, kurang beberapa bulan lagi umur ku bakal bertambah menjadi 28, ak sudah punya istri dan akan menjadi seorang ayah, kehidupanku menjadi luar biasa dan pastinya harus bertambah menjadi luar biasa dalam apapun itu, walaupun kadang masalah yang datang silih berganti akan membuatku makin kuat dan tangguh dibantu dengan istriku kita hadapi semua bersama. Kehidupan yang semakin aneh ini kadang membuat pandanganku dan perjalanan ini sedikit terusik oleh sebuah kesenjangan, keadaan seseorang yang tidak sama membuat kata itu muncul di antara sisi lain perjalanan hidup ini, si miskin dan si kaya, si bodoh dan si pintar, si pelit dan si royal, sampai apapun perbedaan itu selalu menjadi gelitikan yang sudah menjamur hampir di setiap orang, siapa yang lebih punya banyak uang bakal lebih banyak orang yang mendekati dibanding dengan dengan si miskin yang tidak punya uang banyak yang sedang berusaha menjadi si kaya, atau mungkin si pintar akan lebih di hargai dari pada si bodoh yang sedang belajar menjadi pintar, seolah semua perbedaan ini sangat di tentukan oleh kualitas pamrih, semakin ada pamrih akan semakin di dekati, semakin bisa membuat orang itu pintar akan membuat dia mendekati si pintar, semakin orang ingin hidup lebih dia akan mencoba mendekati si kaya, entah knp pikiran itu bisa muncul tapi mungkin juga ada yang tidak sependapat denganku, setelah perbedaan2 itu muncul timbulah sebuah perlakuan seperti meremehkan orang yang lebih miskin, lebih bodoh atau lebih pelit, hingga kadang kualitas meremehkan itu begitu rendah tanpa lagi memandang keadaan dirinya sendiri dengan segenap kualitas yang dia punya, hahaha… alangkah miris orang orang yang di kesampingkan itu hanya bisa terdiam dan menahan irisan yang tercuil oleh bibir pedang orang lain, dan begitu indahnya ketika bibir pedang itu mampu menghunus hati seseorang, hingga dia bisa begitu bangga dengan segala yang dia punya walaupun sebenarnya itu semua cuman titipan, yang mesti dikelola dengan baik, tapi ya mungkin memang sepertinya keadaan2 diatas tersebut memang manusiawi membuat orang2 tersebut mempunyai sifat tersebut semoga saja tulisan ini bisa buat pembelajaran bagi ku sendiri khusunya.

Kelabu

Suasana kantor hari ini begitu gelap, semua suasana kantor masih terasa berkaca-kaca, dan semangat kantor juga sedikit berkurang, ada salah satu teman kantor yang telah meninggal dunia pada umur 22 tahun kalau gk salah, namanya Jenita Sari, kebetulan juga baru 2 kali ak bertemu beliau dan ak pun belum sempat berkenalan, beliau memang begitu pendiam dalam penilaianku selama 2 kali pertemuan kami itu, setelah itu beliau memang sempat tidak pernah masuk dan akhirnya dipanggil oleh Allah, untuk mbak Jenita semoga Allah selalu memberikan tempat yang terindah untukmu, amin..

Tidak terasa kejadian di kantor ini membawa hampir seluruh pikiranku mengenang masa dimana seluruh keluarga kami tidak bisa menghentikan air mata yang begitu deras, menguatkan tulang kaki untuk bisa berdiri, dan berhari hari kami dibuat hampir selalu menangisi semua yang telah kami lalui pada saat mamah mesti dipanggil oleh Allah SWT, bayangan dan pikiran kami selalu dipenuhi oleh wajah mama yang seolah masih tetap melakukan kebiasaannya dengan baik, bahkan pada saat ak pulang ke rumah mama masih terasa sedang tiduran di kamarnya, sambil kadang dia bilang, “lhe minum ndang ngelak loh” walaupun untuk sakit yang di derita mamah minum air itu sangat dilarang, dan kami selalu membatasi utk minum air, karena dalam 5 hari mamah hanya boleh minum air sebanyak 2 gelas, mamah sudah 3,5 tahun menjalani cuci darah, karena penyakit gagal ginjal hipertensi nya, dan selama waktu itu pula mama mengajarkan kami semua seperti apa yang namanya sabar dan iklas dengan smua keputusan Allah, bagaimana tidak mamah wajib cuci darah 5 hari sekali, dan setiap 5 hari sekali itu mamah mesti berangkat ke Surabaya dari Pare (sekitar 3jam) karena tempat cuci darahnya ada di RS Darmo Surabaya, dan menghabiskan 5 jam untuk melakukan proses cuci darah, keadaan tersebut tidak bisa dijalani oleh orang yang biasa biasa saja, butuh orang2 hebat yang bisa sabar, iklas dan kuat untuk menjalani proses itu, walaupun akhirnya setelah 3.5 tahun proses perjuangan kami semua mesti berakhir mamah mesti pulang ke sisi-NYA, dan begitu banyak proses pembelajaran buat keluarga kami, buat papah, ak dan istriku hingga dekna dan dekga, semua begitu hebat dan kuat menghadapi masalah ini, sungguh ak yakin mamah begitu luar biasa untuk membentuk seluruh anak anak nya, pada bulan puasa mamah akhirnya mesti kami relakan dengan segenap kepingan kepingan yang belum sempat tersusun oleh penyakitnya, kepingan itu makin hancur lebur, dan hanya keiklasan kami yang dapat kami berikan ke mama untuk bekal kami tetap bertahan, setelah kepergian mama hanya doa dan bayangan bayangan indah yang selalu terkenang, tapi kami sangat bersyukur kedaan sakit sebelum mama pergi telah menghapus dosa mama, dan semoga Allah selalu memberikan tempat yang paling indah, dan untuk semua orang yang telah meninggal karena sakit percayalah bahwa Allah telah memberikan sakit sebagai penghapus dosa, amin ya rabbal alamin

Kenangan itu..

5 Bulan sudah kenangan itu tidak pernah hilang, begitu besar rasa sayangku untuk mamah, tapi kenyataan memang tidak mudah hilang, banyak sekali proses yang terjadi antara kami, sehingga tangis kecilku selalu hadir ketika bayangan mamah hadir di benakku, mulai dari ak kecil hingga ak sudah menginjak dewasa mamah selalu ada buat ku, bahkan sekarang pun mamah masih terasa ada, penyakit gagal ginjal yang akhirnya membuat mamah mesti pulang lebih awal di umur yang masih 55 tahun, kepergian yang sangat tidak terduga dan membuat kami semua luluh mengenangnya, 3 tahun lebih 3 bulan sudah mamah menahan sakit yang begitu luar biasa, 5 hari sekali mesti cuci darah di RS Darmo Surabaya, dan perjalanan itu selama 3 jam dari rumahku yang ada di Pare, tapi mamah tetap bahagia dan senang dalam menjalani proses cuci darah selama 5 hari sekali, dengan harapan bahwa mamah akan selalu bisa melihat anak2 nya bisa menjadi pemenang nantinya, tapi kenyataan berkata lain dan Allah sangat menyayangi mamah, hingga akhirnya mamah dipanggil tepat tanggal 8 Agustus 2010 kemaren pada saat kami semua tidak dirumah, ak, istriku dan papah ada di jakarta, dekna ada di Surabaya dan dekga ada di Sulawesi. begitu banyak perlakuanku yang tidak baik sama mamah, bahkan ak sering kali bohong sama mamah, tapi ya itulah mamah sampe akhirnya meninggal dia begitu bangga denganku yang sekarang, selalu menjadikan ak sebagai contoh buat adik2ku, tetapi pada saat kehamilan istriku yang sudah 7 bulan, kami selalu ingin mengenalkan cucunya kelak pada eyangnya, tapi ya sudahlah insyallah kami semua iklas untuk melepas mamah, toh penyakitnya juga sudah cukup lama, sehingga ini pasti jalan terbaik buat mamah, yang jelas, kami para penerus mamah akan selalu berjuang untuk menjadi pemenang di mata mamah, dan semoga mamah akan selalu bahagia disana, dan kami yang disini akan selalu mendoakan mamah, semoga Allah selalu mengampuni semua dosanya, dan Allah menerima di sisimu, amin…

Saat saat penting

Perjalanan hidupku tidak terasa sudah sampai di saat ini, dengan kualitas dan kedewasaan dalam hal apapun yang lebih baik pastinya, sudah begitu lama blog ini tidak terisi, hanya ada di angan2 ku utk menulis beberapa kisah proses pembelajaran buat ku, tapi kesempatan dan niat utk menulis sering kali hilang, kesempatan kali ini ak sudah berapa di kantor baru yang baru ak tempat 5 hari, hanya terdengar desingan server dan sentuhan antara keyboard dan ujung jari. Setalah ak resmi menjadi bagian kantor baru ini, ada beberapa waktu yang sangat penting buat ku bercanda, bercerita, tertawa, dan membicarakan masa depan dengan istriku yang amat kucintai, waktu2 tersebut utk sekarang cukup sulit di dapatkan seperti di kantor lamaku, waktu yang paling sering kami gunakan adalah pada waktu sepulang kantor dan sesudah shalat shubuh, ak bercerita tentang kejadian di kantor baruku, dan istriku bercerita tentang keadaan di rumah, dan seputaran tentang tetangga, tak jarang pula kami sampe tertawa terbahak2 karena salah satu cerita kami, apalagi yang membuat kami tambah bahagia, di tengah2 obrolan kami, tangan kami selalu mengelus perut istriku yang berisi calon putra pertama kami yang masih berusia 7 bulan, sungguh kado yang luar biasa dari Allah setelah 2 tahun pernikahan kami, kesabaran kami begitu tinggi utk menunggu segera bertemu dengan kami, dan bayangan2 indah tentang masa depan keluarga kami, waktu yang sangat penting tadi begitu membuat kami bisa merasakan kebahagian yang kami bangun dari Nol hingga saat ini pernikahan ini begitu berkesan, bermakna dan berarti bagi kami, semoga kedepannya Allah selalu membarokahi keluarga kecil kami ini..


Follow me

June 2017
M T W T F S S
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Status

Kirim Pesan YM

Tulisan Teratas